SMA Teladan, oye!

Huehehe…  aku lagi di skul nih… betewe, aku diterima di SMAN 1 Yogyakarta, satu-satunya SMA Teladan di Indonesia.  Awalnya ada lima sekolah yang beridentitas TELADAN, tapi karena suatu hal gelar tersebut dicabut dan hanya sekolahku yang tetep make gelar itu… wah berat nih, harus jaga nama baik sekolah… sekolahku juga dinobatkan sebagai sekolah terdisiplin seluruh Indonesia!!  Hehehe.. senangnya hatiku..

 

Mungkin kayaknya dari luar SMA Teladan tuh keren banget, tapi ya dalemnya nggak sebagus yang dikira kok…  kalo kamu jadi siswanya, rasanya berat deh sekolah di sini… tugasnya super banyak, moving class yang bikin keringet, hiiihhh…

 

Mitos di sini ada, ya.. tentang Mbak Yayuk gitu.  Ehehe.  Ceritanya, Mbak Yayuk itu hantu skul yang bernaung di ruang 306, tapi sekarang jadi ruang 305.  Dia lompat dari lantai tiga, mati, trus gentayangan.  Mkikikik.  Tapi sebenernya nggak gitu kok.  Katanya sih dia kecelakaan di perjalanan menuju sekolah.  Dia suka banget main lagu La Paloma, and akhirnya kalo ada yang main lagu La Paloma di skul, didatengin sama Mbak Yayuk.

 

Kelasku lumayan asik, aku di kelas X.1.  Anak-anaknya olim face–olimpiade face, anaknya pinter-pinter getoooo…  aku kan jadi minder, aku nggak begitu pinter sihhh.. moga-moga aja aku jadi tambah pinter dengan bersekolahnya aku di SMA 1… amiinnn

 

ceritanya aku mau ke jakarta nanti malem, untuk Asean Scholarship… wahwahwah… doain yahh

 

uups, udah dulu yah, ntar dimarahin doi–pak guru..

Newest Naruto

Naruto Chapter 405

Tsunade told Naruto that Jiraiya had dead and left a code. The code is:

9,31,8

106,7

207,15

Naruto was really angry, sure it was. He was keep in blaming Tsunade, and went away from her office. He thought about the time he had passed with Jiraiya. Then he met Iruka. Iruka wanted to treat Naruto a ramen, and suprisingly, Naruto rejected it.

When it was night, Naruto bought a pair of ice cream, and cried. Iruka came towards him. Iruka helped him, and took one of the ice cream.

In the morning, Tsunade gave the codes to Shikamaru. She went away for crying. Huhh. even Tsunade couldn’t buried her feeling!! Hehe..

that’s the end of this chapter. The next chapter: THE KEY!

read this manga

Nonton Extravaganza Langsung di Studio

Kemarin malem aku nonton extravaganza live, langsung di studionya. Yang ngagetin, ternyata studionya kecil. Ada tiga tribun, kanan, kiri, sama tengah. Aku duduk di tribun kanan, jadi nggak kesorot kamera. Yang disorot kamera yang lagi swing ternyata tribun tengah doang. Tribun kanan nggak pernah di swing soalnya tangga antara tribun tengah sama kanan didudukin orang (kehabisan tempat duduk)

Studionya kecil, as i said before. Tribun tengah ada 152 kursi, Senin malam kemarin (shooting pada Senin dan Selasa malam jam 8 sampai 12) dipenuhin sama anak-anak SMA Monas gitu. Trus tribun kanan ada 50-an orang, tribun kiri juga.

Aku udah excited banget diajakin sama tante nonton Extravaganza. Kukira bakal asyik. Studio gede, ketawa-ketiwi… Ternyata… Here goes what happened last night!

Aku ke kantor tanteku di ANTV jam 7. Dia langsung ngajakin aku dan Mbak Mur ke gedung Trans TV. BTW, ternyata kantornya ANTV yang lama (di Kuningan) kecil banget. Cuma selantai. Kecil banget deh. Tapi mau ada gedung baru, di Satrio.

Tanteku seemed panic, shooting mulai jam 8, kami berangkat jam 7, jakarta kan macet. Takutnya telat and nggak dapet tempat duduk, kalo dapet juga di bagian belakang. Nggak enak. Jadilah tante ku itu (namanya Uni Lubis) nelpon asisten bosnya Trans TV (namanya Pak Tarsa, mau num hapenya nggak?? Aku hapal loh) biar disiapin tempat duduk yang pewe and strategis. Kami janjian ketemuan di lobby. Pas kami nyampe, Pak Tarsa langsung nuntun kami ke studio buru-buru, nunjukin tempat duduk di tribun kanan.

Kursi kami terlipat dan diberi kertas. Udah disiapin. Asyik. Saat itu keadaan di studio udah rame. Jadi berasa nggak enak, datang telat, dapet tempat duduk lagi, hehe… Alasan kami dapet kursi tribun kanan paling kiri di baris empat dari depan adalah:

1. Sketsa Extravaganza ternyata dimainkan nggak tepat di depan penonton.

2. Sketsa Extravaganza dimainkan di ruangan kecil dimana meskipun penonton duduk di tribun tengah nggak bakal bisa liat

3. Di depan tribun kanan dan kiri ada layar yang menunjukkan sketsa tersebut, yang mana apabila kami duduk di tribun tengah, nanti bakal meleng ke kanan ato ke kiri.

4. Tempat kami paling pinggir supaya bisa tetep keliatan artis siapa yang nyanyi

Hehehe… Asyiiik nggak? Pas mau mulai, ada peraturan: handphone harus dimatiin, bukan di silent ato di vibrate; kaki nggak boleh dilipet; duduk yang tegak; tas and jaket nggak boleh dipangku (disembunyiin); topi harus dilepas.

Trus ada one take dimana kita harus tepuk tangan sambil jerit “huuuu!!” gitu beberapa kali. Tanganku nyampe merah. Ada take lagi kita harus ketawa tanpa sebab. Pinter-pinternya campers sama mbak-mbak bagian produksi ngarahin kamera nyampe tribun tengah ketawa.

Baru mulai tuh sketsanya. Pemain extravaganza dipanggil dulu satu persatu, lalu mereka berdoa bersama. WAktu itu Tora Sudiro sama luna Maya nggak ada. Tora sakit, Luna nggak tahu kenapa. Udah deh. Mulai. Nggak begitu lucu kalo nonton langsung. Nonton lewat TV lebih lucu. Jarak antara satu sketsa dengan sketsa lainnya 10 menitan. Busee..

Ada kuis gitu untuk penonton biar dapet souvenir. Jam isinya. Nah, habis Buncit nyanyi (Bunga Citra) anak-anak SMA Monas itu pada pulang. Studio langsung kosong. Tinggal dua baris. Sketsa masih ada enam. Satu sketsa, pada pulang lagi. Tinggal sepuluh orang. Satu sketsa lagi, uda jam sebelas malem, aku pulang bareng Mbak Mur. Huuf.

Mbak-mbaknya baik loh. Sogi interaktif sama penonton. Tapi Virnie kayaknya sombong gitu. Ence ngajakin ngobrol penonton. Gitu lah, namanya artis, aneh-aneh tingkahnya…

web extravaganza, click here

happy holiday, you guys!

Let’s sing a song, happy happy holiday!!

happy… happy… happy holiday…

let’s think about where to go next day

in a shiny day in happy holiday… (ngarang banget nggak sih?) :D

So.. So far, aku uda libur 2 minggu. Nggak ngapa-ngapain. Aku jadi kangen sekolah. Sumpah. :-p

Aku sebenernya agak iri sih sama anak-anak angkatan tahun-tahun sebelumnya, mereka libur super lama. Bulanan ngitungnya. Kakakku malah dua bulan tuh liburnya. Asik banget nggak. Dia dari Yogya sempet ke Lampung and Jakarta lama.

Aku sendiri liburan UN ini cuma dapet tiga minggu. Sampai aku nulis posting ini, uda jalan dua minggu. Aku sedang di Jakarta sekarang. Pas aku masih di Yogya, aku cuma main ke mall. Di Jakarta ini main ke kantornya tanteku di ANTV, dia General Manager of News. Keren banget nggak. Ke Plaza Semanggi, makan and beli baju. Terus ke Pekan Raya Jakarta, nggak ngapa-ngapain sih, cuma ngabisin kupon makan. Rencana minggu mau ke Taman Buah Mekarsari batal, hujan soalnya. Ntar becek. Emang nggak ada ojek, aku kan naik mobil, hehe… (lucus banget, lucus=lucu plus jayus-red)

Hari ini, Senin, aku tadinya mau ke kantornya Omku, mau magang bentar, minta ajarin masang lay-out yang benar. Eh kayaknya nggak jadi nih. Sial, aku uda buru-buru ganti baju pake kemeja segala (mau ke kantor bo~) udah pake kaos kaki… Tahu-tahunya gitu deh. Aku udah nggak mood lagi ke kantornya sekarang. Mending di hum aja, baca novelnya Sandra Brown atau Danielle Estelle.

Kabar netralnya sih sabtu ini aku pengumuman UN. Gila, aku deg-degan banget. Mau gimana lagi, hasil UN ini bakal menentukan hidupku untuk tiga tahun ke depan. Kalau aku dapat nilai UN jelek, nggak bakal ada high school never ends. Masa aku mau spending my times, three years, with preman-preman sekolahan gitu?? Nggak banget khan..

Aku pinginnya sih masuk SMA 1 Yogyakarta, atau dapet scholarshipnya Singapura. I’m trying so hard untuk beasiswa ini, meskipun nanti aku bakal rugi satu setengah tahun. Kalau aku bisa mendapatkan beasiswa ini, aku akan mengulang SMP kelas 3. Itu nggak asik. Tapi om and tanteku bilang nggak papa, soalnya Singapura exciting banget. Keren, katanya. I don’t care about it. Mau ditaruh di mana mukaku. Aku kelas 3 SMA, temen-temenku uda kuliah semester 2. Huuuh. So late.
Oh ya, aku kemarin nonton Kungfu Panda. Bagus tuh filmnya. I recommended you. Sedikit spoiler, ada Panda namanya Po. Dia suka banget sama five warriors, yang terdiri dari macan, ular, belalang, monyet, sama bangau. Nah, lagi ada pemilihan dragon warrior, dragon warrior itu warrior yang bisa mengalahkan Tai Lung, macan tutul jahat. Po nggak sengaja ditunjuk sama Master Oddsey, guru kura-kura. Master Shifu (ga jelas binatang apa, musang kali) marah-marah. Dia teriak, “It’s unfair, it’s just accident!” Oddsey bales, “There is no accident.”

Lucu deh pokoknya. Kungfu Panda masuk box office loh. Dari lima bintang kukasih nilai empat bintang.

Udah dulu ya. Dadah…

Sasuke’s back! -newest naruto

Sasuke came back to Konoha.  He knew everything.  He remembered the time when he was child.  In his memory, he was playing hide and seek with his brother although his brother had homework from academy to do.  Sasuke wanted Itachi to teach him butsin and shuriken technique, but as always happened, Itachi had mission, and said: “Sorry sasuke, some other time.”

Then Sasuke remembered when he was fighting to Itachi.  Right in Itachi’s death.  It’s just so awful.  So sad.  Right before Itachi’s death, Itachi touched Sasuke’s forehead (as he always did) and then said: “Sorry Sasuke.  This is the last time.”  SASUKE CRIED!!  Yuhu..

Sasuke changed his group’s name, the first known as “hebi=snake”, now “taka=hawk”.  “Taka” had only one purpose, the complete and destruction of the leaf.  And… the most important, his eyes opened, it’s not like ordinary mangekyou sharingan, but… the special one.  I don’t know, it’s unordinary…  i got the picture

sasuke...

 

Chapter 403.

Naruto lied in his bed, thinking about his meeting with Itachi before. Here is the dialog:

I (itachi): Why don’t you just run?
N (naruto): If i could beat you, i will meet sasuke

I: Why are you concerning my brother so much?
N: ’cause i think of him as a brother..  than you ever did!

(Itachi smiled, Naruto ran toward him)

I: It’s my illussion… (Itachi flew)  You want to bring Sasuke back, don’t you?  But what if he doesn’t want to go?

N: I’ll do whatever to bring him back!

I: Sasuke is still pure..  If he wants to attack Konoha, what would you do?  Are you able to do stop him?  Even I mean you must kill him?

N: I’ll find a way to protect both Konoha and Sasuke!

I: You’re such a child… There are times when ninjas must make painful choices.

(Naruto thinking of his chat with Jiraiya)

N: SOmeone said same thing to me..  I won’t bend my words, I’m a ninja.

(Itachi smiled)

Then something black entered Naruto’s mouth. 

I: I’ve given you some of my powers.  I hope the day will never come.

N: You’re after me, aren’t you?  Why don’t you take me now!

I: I have more important thing to do.

 

In another place, Sasuke talked to Madara.  He remembered Itachi.  The night when his clan is gone.  Itachi was crying.

 

Back to Naruto.  HE was thinking of ‘what Itachi wanted to tell me?  Sasuke, are you okay know?’

 

Sasuke, again.  He said to Madara: ” I will revive Uchiha on my own way!!”

 

Chapter 404

Tsunade called Naruto and told him about Jiraiya’s death.  Naruto didn’t believe it.  Then the scene moved to Sasuke.  He was making plan to attack Konoha, especially the elder.  Oh, here, the truth why Amaterasu is planted to Sasuke’s eyes, is because Itachi didn’t want Madara to take over Sasuke.  But Sasuke was really believe to Madara and would do everything Madara suggest.  Stupid!!!

 

that’s the end..  So amazing.  Hehehe..

 

Source: MSN

Wanna read yourself?  Click here!